Kalau bicara soal tembakan tiga angka, banyak pemain basket langsung berpikir tentang pemain tinggi dengan jangkauan tangan panjang.
Padahal kenyataannya tidak selalu begitu.
Di hampir setiap lapangan basket komunitas, selalu ada satu pemain yang tingginya biasa saja, bahkan cenderung pendek dibanding pemain lain, tetapi mampu memasukkan tembakan tiga angka secara konsisten. Saat lawan lengah sedikit saja, bola langsung meluncur dan masuk ke ring.
Saya pernah bermain dengan seorang teman yang tingginya sekitar 165 cm. Saat pertama kali melihatnya, tidak ada yang terlihat spesial. Namun begitu pertandingan dimulai, hampir semua pemain mulai menjaganya ketat dari luar garis tiga angka. Alasannya sederhana: dia sangat berbahaya dari jarak jauh.
Dari situ saya belajar satu hal penting.
Kemampuan 3 point shoot lebih banyak ditentukan oleh teknik, repetisi, dan kepercayaan diri dibanding tinggi badan.
- Apakah Tinggi Badan Berpengaruh pada 3 Point Shoot?
- Kesalahan yang Sering Dilakukan Shooter Pendek
- 1. Memaksakan Tenaga dari Tangan
- 2. Terlalu Cepat Ingin Menembak Jauh
- Teknik Shooting 3 Point yang Lebih Efisien
- 1. Gunakan Kekuatan dari Kaki
- 2. Jaga Follow Through
- Latihan 3 Point Shoot untuk Pemula
- 1. Form Shooting dari Dekat Ring
- 2. Spot Shooting Drill
- Cara Menembak Cepat Sebelum Diblok
- 1. Percepat Release
- 2. Gunakan Catch and Shoot
- Latihan Mental untuk Shooter
- 1. Jangan Takut Meleset
- 2. Fokus pada Proses
- Latihan Kekuatan untuk Shooter Pendek
- Perkuat Kaki dan Core
Apakah Tinggi Badan Berpengaruh pada 3 Point Shoot?
Jawabannya iya, tetapi tidak sebesar yang dibayangkan banyak orang.
Tinggi badan memang membantu karena:
- Titik pelepasan bola lebih tinggi
- Lebih sulit diblok lawan
- Sudut tembakan lebih nyaman
Namun dalam praktiknya, banyak shooter hebat yang tidak memiliki tinggi badan luar biasa.
Yang lebih menentukan adalah:
- Teknik shooting
- Konsistensi latihan
- Kecepatan release
- Kemampuan membaca ruang
Karena itu jangan langsung minder jika tinggi badanmu tidak seperti pemain profesional.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Shooter Pendek
Sebelum membahas latihan, ada beberapa kesalahan yang sering membuat akurasi menurun.
1. Memaksakan Tenaga dari Tangan
Banyak pemain pendek mencoba menembak jauh hanya dengan kekuatan lengan.
Akibatnya:
- Bola terlalu datar
- Akurasi menurun
- Bahu cepat lelah
Padahal sumber tenaga utama shooting berasal dari kaki dan pinggul.
2. Terlalu Cepat Ingin Menembak Jauh
Kesalahan lain adalah langsung berlatih dari garis tiga angka.
Padahal fondasi shooting seharusnya dibangun dari jarak dekat terlebih dahulu.
Saya sering melihat pemain menghabiskan satu jam menembak tiga angka tetapi tidak pernah melatih form shooting dari bawah ring.
Teknik Shooting 3 Point yang Lebih Efisien
1. Gunakan Kekuatan dari Kaki
Saat menembak tiga angka, pikirkan gerakan dari bawah ke atas.
Urutannya:
- Tekuk lutut
- Dorong tubuh ke atas
- Lepaskan bola
- Follow through
Tenaga dari kaki membantu bola mencapai ring tanpa harus mengorbankan teknik.
2. Jaga Follow Through
Setelah bola lepas, tahan posisi pergelangan tangan beberapa saat.
Banyak pelatih menyebutnya sebagai “gooseneck position”.
Meski terlihat sederhana, kebiasaan ini membantu menjaga konsistensi arah tembakan.
Latihan 3 Point Shoot untuk Pemula
1. Form Shooting dari Dekat Ring
Ini latihan yang sering dianggap membosankan.
Padahal hampir semua shooter hebat tetap melakukannya.
Mulailah dari:
- Area bawah ring
- Jarak 1–2 meter
- Fokus pada teknik
Targetkan 30–50 tembakan masuk sebelum mundur ke jarak yang lebih jauh.
2. Spot Shooting Drill
Pilih lima titik di area perimeter.
Misalnya:
- Sudut kanan
- Sayap kanan
- Tengah
- Sayap kiri
- Sudut kiri
Lakukan 10 tembakan dari setiap titik.
Latihan ini membantu meningkatkan akurasi dari berbagai posisi pertandingan.
Cara Menembak Cepat Sebelum Diblok
Ini bagian yang sangat penting untuk pemain yang tidak terlalu tinggi.
1. Percepat Release
Semakin lama bola berada di tangan, semakin besar peluang diblok.
Latih gerakan:
- Tangkap bola
- Siapkan kaki
- Langsung shooting
Tanpa gerakan tambahan yang tidak perlu.
Pemain dengan release cepat sering kali lebih sulit dijaga dibanding pemain yang memiliki postur lebih tinggi tetapi lambat melepaskan bola.
2. Gunakan Catch and Shoot
Dalam pertandingan, banyak tembakan tiga angka datang dari situasi catch and shoot.
Karena itu jangan hanya berlatih dari posisi diam.
Biasakan:
- Bergerak ke spot tertentu
- Menerima bola
- Langsung menembak
Gerakan ini jauh lebih realistis dibanding hanya berdiri menembak dari satu titik.
Latihan Mental untuk Shooter
Banyak pemain sebenarnya memiliki teknik yang cukup baik.
Masalahnya muncul saat pertandingan.
1. Jangan Takut Meleset
Ini mungkin terdengar klise, tetapi sangat penting.
Shooter yang hebat biasanya memiliki memori pendek.
Kalau tembakan sebelumnya gagal, mereka tidak terlalu memikirkannya.
Mereka tetap siap menembak kesempatan berikutnya.
Saya pernah melihat pemain yang memasukkan lima tembakan beruntun. Minggu berikutnya dia gagal empat kali berturut-turut. Namun dia tetap percaya diri mengambil tembakan kelima dan masuk.
Mental seperti ini sangat berharga.
2. Fokus pada Proses
Jangan terlalu terpaku pada hasil satu tembakan.
Fokus pada:
- Posisi kaki
- Ritme shooting
- Follow through
Jika prosesnya benar, hasil biasanya akan mengikuti.
Latihan Kekuatan untuk Shooter Pendek
Perkuat Kaki dan Core
Banyak orang mengira shooter hanya perlu melatih tangan.
Padahal kekuatan kaki dan core sangat penting.
Cobalah:
- Squat
- Lunges
- Plank
- Jump rope
Latihan sederhana ini membantu menghasilkan tenaga yang lebih stabil saat menembak jarak jauh.
Menjadi shooter tiga angka yang andal tidak mensyaratkan tinggi badan tertentu. Banyak pemain dengan postur biasa mampu menjadi ancaman besar dari luar garis tiga angka karena menguasai teknik dan ritme tembakan.
Kunci utamanya terletak pada penggunaan tenaga dari kaki, teknik shooting yang konsisten, serta kemampuan melepaskan bola dengan cepat sebelum pertahanan datang.
Selain latihan fisik, aspek mental juga memegang peranan besar. Shooter yang baik tidak takut gagal dan tidak kehilangan kepercayaan diri hanya karena beberapa tembakan meleset.
Pada akhirnya, lawan tidak peduli seberapa tinggi badanmu. Jika kamu mampu memasukkan tembakan tiga angka secara konsisten, mereka tetap akan menjagamu ketat sepanjang pertandingan.

